telur artemia
telur artemia

Cara Tepat Menyimpan dan Menetaskan Telur Artemia

Telur artemia merupakan pakan alami yang harus melalui proses penetasan terlebih dulu. Jenis pakan ini, banyak digunakan dalam usaha pembenihan ikan. Hal ini dikarenakan artemia memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan gizi ikan agar tumbuh optimal.

Artemia biasanya dijual belikan dalam bentuk Cyst (kista), sehingga artemia merupakan pakan yang mudah dan praktis karena Bapak/Ibu hanya perlu menetaskan kistanya saja.

Cara menetaskan telur artemia terbilang mudah, namun Bapak/Ibu memerlukan pengetahuan dan keterampilan tentang cara menyimpan dan menetaskan telur artemia.

Bagaimana caranya? Simak di sini!

Apa itu Telur Artemia?

Bagi Pembudidaya ikan, artemia tentu tidak terdengar asing. Artemia adalah jenis pakan yang praktis dan efektif untuk larva ikan. Telur yang menetas akan menjadi anakan artemia yang dapat menjadi pakan alami untuk ikan.

Telur artemia berwarna coklat dengan diameter berkisar 200-350 mikron. Dalam keadaan kering, telur artemia berbentuk bulat dengan adanya lekukan, namun memiliki bentuk bulat sempurna dalam keadaan basah.

Artemia telur ada dua jenis, yaitu telur berkulit tipis (akan segera menetas) dan telur berkulit tebal (siste atau telur yang bertahan dalam keadaan kering). Siste ini dapat disimpan selama beberapa tahun dan akan menetas ketika ditempatkan dalam air.

Fungsi atau Manfaat Telur Artemia

Telur artemia merupakan pilihan yang tepat sebagai pakan alami larva ikan. Artemia berukuran kecil, sehingga sesuai dengan bukaan mulut serta saluran pencernaan larva ikan.

Kandungan nutrisi artemia sangat lengkap dan tinggi, sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan gizi benih ikan agar tumbuh optimal. Tercukupinya kebutuhan gizi pada larva ikan akan membuat laju pertumbuhannya meningkat. Namun, apabila larva ikan kekurangan protein, maka pertumbuhannya akan terhambat dan lambat.

Selain laju pertumbuhan meningkat, ikan yang diberi pakan artemia akan lebih sehat dan tidak mudah sakit. Penggunaan artemia sebagai pakan alami juga dinilai sangat praktis dan efektif untuk benih ikan. 

Kelebihan Telur Artemia

Telur artemia memiliki beberapa keunggulan yang berguna untuk proses pembibitan. Namun, sebelum diberikan pada benih ikan, telur harus ditetaskan terlebih dulu.

Berikut adalah kelebihan artemia untuk budidaya ikan:

1. Kandungan Gizi Tinggi

Artemia memiliki kandungan protein sebanyak 56,29%, lemak 9,28%, abu 13,92%, serat kasar 2,06%, dan BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) sebesar 18,48%. Kandungan protein yang tinggi sangat dibutuhkan oleh larva ikan untuk menunjang pertumbuhannya. 

2. Ukuran Sesuai untuk Larva Ikan

Dengan ukuran yang kecil, artemia cocok dengan bukaan mulut dan laju pencernaan seluruh jenis larva ikan. Larva ikan memiliki proses pencernaan yang cepat, sehingga artemia sangat cocok sebagai pakan larva ikan karena mudah dicerna.

3. Mudah Dipelihara

Salah satu keunggulan artemia adalah mudah dipelihara. Hal tersebut karena artemia memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai macam kondisi lingkungan, seperti salinitas.

4. Jenis Pakan yang Praktis

Artemia biasanya dijual belikan dalam bentuk kista, sehingga artemia merupakan pakan yang paling mudah dan praktis, karena Bapak/Ibu hanya tinggal menetaskannya saja.

Kekurangan Telur Artemia

Selain memiliki kelebihan, telur artemia juga memiliki kekurangan, seperti:

1. Dibutuhkan Keterampilan dalam Penetasan Telur Artemia

Penetasan telur artemia terbilang mudah, akan tetapi Bapak/Ibu perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk menetaskannya. Kegagalan dalam menetaskan kista artemia berakibat fatal terhadap larva ikan yang sedang dipelihara.

2. Harga Terbilang Tinggi

Harga jual artemia di pasaran terbilang tinggi. Harganya mencapai Rp800.000 per 450 gram dalam kemasan kaleng.

Cara Menyimpan Telur Artemia

Sebelum menyimpan telur artemia, Bapak/Ibu perlu memilih dan menggunakan telur artemia yang sehat. Setelah itu, Bapak/Ibu dapat menyimpannya dengan syarat sebagai berikut:

  • Dalam wadah yang tertutup rapat
  • Tidak lembab
  • Simpan di tempat yang dingin dengan suhu di bawah 10 ℃

Setelah Bapak/Ibu membeli telur artemia, Bapak/Ibu disarankan untuk membagi telur-telur tersebut ke dalam jumlah yang akan dikonsumsi, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. 

Untuk telur yang digunakan jangka pendek (dalam waktu 3-4 minggu), Bapak/Ibu perlu menyimpannya dalam wadah tertutup rapat di dalam lemari es. Sementara untuk penyimpanan jangka panjang, Bapak/Ibu perlu menyimpannya pada wadah tertutup rapat di dalam freezer dengan titik beku < 0 ℃. 

Perlu diingat bahwa pembekuan dapat menurunkan aktivitas metabolisme dan menunda penetasan telur. Ketika Bapak/Ibu akan menetaskan telur artemia, keluarkan telur dari freezer satu hari sebelum menggunakannya.

Cara menyimpan telur artemia di atas berlaku untuk penyimpanan semua telur artemia, baik artemia dengan kaleng yang sudah dibuka maupun belum dibuka.

Syarat Penetasan Telur Artemia

Sebelum melakukan prosedur penetasan telur artemia, Bapak/Ibu perlu mengetahui syarat berikut ini:

1. Kadar Garam

Hal yang perlu Bapak/Ibu perhatikan dalam menetaskan telur artemia adalah media. Bahan dasar media di alam yaitu air laut. Tetapi, sebagai alternatif, Bapak/Ibu dapat menggunakan air laut buatan dengan menambahkan garam tidak beryodium atau garam biasa (95% NaCl) ke air tawar untuk menghasilkan salinitas.

Bapak/Ibu dapat menggunakan garam dengan takaran 1 sampai ⅔ sendok makan per liter air. Salinitas optimal untuk penetasan telur artemia adalah 30 ppt, di mana salinitas 30 ppt dapat membuat artemia hidup dan berkembang baik, sehingga artemia tidak membutuhkan energi yang banyak untuk beradaptasi dengan lingkungan atau media tempat hidupnya.

2. pH

pH adalah salah satu faktor penting dalam proses penetasan telur artemia. pH air yang optimal berkisar 7-8,5. Apabila pH air di bawah 7, Bapak/Ibu dapat menambahkan garam atau magnesium sulfat dengan takaran ½ sendok teh per liter larutan.

3. Suhu

Suhu air yang optimal untuk penetasan telur artemia dalam waktu 24 jam adalah 26-29 ℃. Pada suhu di bawah 25 ℃, artemia akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas dan pada suhu di atas 30 ℃ dapat menyebabkan kematian telur artemia.

4. Cahaya

Pencahayaan diperlukan untuk memicu penetasan telur artemia selama beberapa jam dalam masa inkubasi. Bapak/Ibu disarankan untuk memberikan sumber cahaya yang cukup (remang) untuk mendapatkan hasil penetasan yang optimal.

5. Aerasi

Aerasi sangat diperlukan untuk menjaga artemia tetap hidup serta memberikan oksigen yang cukup untuk artemia menetas.

6. Kadar Penebaran

Bapak/Ibu dapat menebar telur artemia sekitar 1 gram/liter atau sekitar ½ sendok teh artemia per liter. Bapak/Ibu tidak disarankan melakukan penebaran yang terlalu banyak karena akan menghasilkan persentase penetasan lebih rendah.

7. Wadah Penetasan

Bapak/Ibu disarankan menggunakan wadah penetasan berbentuk kerucut atau berbentuk “V”, hal tersebut berguna untuk menjaga tekanan yang tepat untuk menghasilkan penetasan optimal.

Bapak/Ibu juga perlu memastikan untuk benar-benar membersihkan wadah penetasan tersebut. Bapak/Ibu tidak disarankan mencuci menggunakan sabun karena sisa busa dapat menimbulkan telur naik ke permukaan selama proses penetasan.

8. Masa Inkubasi

Umumnya, masa inkubasi yang optimal adalah 24 jam. Untuk telur yang telah disimpan dengan benar selama > 2-3 bulan memerlukan inkubasi tambahan sekitar 30-36 jam. Namun, pada umumnya telur akan menetas dalam waktu 18 jam.

Cara Menetaskan Telur Artemia

Setelah mengetahui syarat penetasan telur artemia. Saatnya Bapak/Ibu mengetahui langkah-langkah penetasan telur yang baik dan benar:

  1. Tempatkan wadah kerucut di tempat yang kokoh dan cahaya yang remang. Untuk memudahkan panen dan cahaya dapat masuk, Bapak/Ibu dapat menggunakan wadah semi transparan.
  2. Isi wadah kerucut dengan air dan tempatkan pada suhu penetasan optimal 28 ℃.
  3. Masukkan artemia dengan takaran 1 gram/liter.
  4. Gunakan aerasi yang memadai untuk menjaga tekanan dalam wadah.
  5. Artemia akan menetas dalam kisaran 18-36 jam.
  6. Setelah artemia menetas, Bapak/Ibu dapat mematikan aerasi dan tunggu beberapa menit agar cangkang telur dan anakan artemia terpisah. Artemia yang baru menetas akan mengendap ke bagian bawah kerucut atau bergerak ke sumber cahaya, sedangkan cangkang telur akan mengapung ke permukaan. Setelah terpisah, artemia dapat disedot dari bawah dengan selang udara untuk dikeluarkan.
  7. Cuci anakan artemia dengan air bersih atau garam sebelum diberikan pada ikan.
  8. Bersihkan wadah dan peralatan penetasan setelah menetaskan telur artemia.

Dapatkan Dukungan Budidaya Ikan dari eFisheryKu!

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa menetaskan telur artemia terbilang mudah, namun Bapak/Ibu memerlukan pengetahuan dan keterampilan tentang cara menyimpan dan menetaskan telur artemia. 

Selain itu, Bapak/Ibu juga perlu mengetahui cara mengembangkan bisnis budidaya ikan agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Untuk mengembangkannya, solusinya adalah Kabayan dari eFishery!

Dengan program Kabayan* (Kasih, Bayar Nanti) dari eFishery, Bapak/Ibu akan memperoleh sarana produksi yang dapat dibayar setelah panen. Kabayan membuka layanan akses ke lembaga keuangan yang terpercaya, terdaftar, dan diawasi oleh OJK. Bapak/Ibu Pembudidaya bisa mendapatkan pakan dan sarana budidaya lainnya dengan sistem pembayaran tempo. Layanan ini bisa diajukan melalui aplikasi eFisheryKu.

Ayo download eFisheryKu dan ajukan Kabayan dengan mengisi form di bawah ini!

Dapatkan Akses ke Lembaga Finansial yang Terpercaya, Terdaftar & Diawasi OJK!

Isi data diri Bapak/Ibu di formulir berikut ini. Tim kami akan segera menghubungi Bapak/Ibu melalui nomor handphone yang terlampir. Pastikan data yang diisi sudah benar.

*Untuk program Kabayan, eFishery bekerja sama dengan pihak ketiga yang diawasi/berizin dari OJK

Pertanyaan Seputar Telur Artemia

Telur artemia merupakan jenis pakan alami yang praktis dan efektif untuk larva ikan. Sebelum Bapak/Ibu memberikannya pada larva ikan, Bapak/Ibu harus metaskannya terlebih dulu. Setelah menjadi anakan artemia, Bapak/Ibu dapat memberikannya pada larva ikan. 

Salah satu faktor sukses menetaskan telur artemia adalah aerasi. Aerasi sangat diperlukan untuk menjaga artemia tetap hidup serta memberikan oksigen yang cukup untuk artemia menetas.

Artemia berfungsi sebagai pakan alami ikan. Artemia memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan tinggi, sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan gizi benih ikan agar tumbuh optimal. Selain itu, artemia berukuran kecil sehingga sesuai dengan bukaan mulut serta saluran pencernaan larva ikan.

  • https://dkpp.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/mengenal-artemia-sebagai-pakan-ikan-yang-mudah-dan-murah-14
  • https://mediatani.co/cara-menetaskan-artemia-dengan-mudah-tanpa-ribet/
  • https://www.minapoli.com/info/cara-tepat-tetaskan-telur-artemia
  • https://empangqq.com/2013/09/04/penetasan-artemia/
  • https://tempatbagi.com/cara-menetaskan-artemia/
  • https://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/budi-daya-ikan-air-tawar/budidaya_pakan_alami_penetasan_artemia