cara mengukur kecerahan air tambak udang
cara mengukur kecerahan air tambak udang

Cara Mengukur Kecerahan Air Tambak Paling Jitu Ada di Sini!

Artikel Ini Telah Direview Oleh:

Muhammad Mustofa
Muhammad Mustofa

Praktisi Budidaya Udang

Kualitas air adalah faktor utama dalam keberhasilan budidaya udang, salah satunya yaitu kecerahan air. Cara mengukur kecerahan air tambak terbilang sangat mudah, karena Bapak/Ibu dapat menggunakan alat pengukur kecerahan air, yaitu Secchi Disk

Kecerahan atau tingkat cahaya yang dapat masuk ke dalam tambak adalah salah satu faktor pembatas pertumbuhan udang. Dalam budidaya udang, kecerahan air yang rendah dapat mengakibatkan kadar oksigen menurun, suhu air menurun, dan batas pandang udang berkurang. 

Hal tersebut menyebabkan metabolisme udang menurun dan nafsu makan udang terganggu. Hal buruk lainnya adalah udang menjadi stres dan dapat mengakibatkan kematian pada udang. Untuk itu, Bapak/Ibu disarankan untuk selalu melakukan pengecekkan kualitas air, salah satunya adalah kecerahan air.

Yuk, simak cara paling jitu dalam mengukur kecerahan air tambak di sini!

Alat Ukur Kecerahan Air Tambak Udang

Alat pengukur kecerahan air laut pada tambak udang adalah Secchi Disk. Alat ini berupa lempengan sederhana yang berbentuk cakram. Pada permukaan Secchi Disk, terdapat warna hitam dan putih berupa arsiran dengan empat bagian. Warna hitam pada Secchi Disk digunakan karena dapat mewakili warna gelap, sedangkan warna putih mewakili warna cerah.

alat ukur kecerahan air tambak secchi disk
Sumber: Generic WordPress

Secchi Disk adalah alat ukur kecerahan air laut yang mudah dibuat, mudah digunakan, dan murah. Selain itu, alat dan bahan yang digunakan untuk membuat Secchi Disk terbilang mudah ditemui, seperti cat berwarna hitam dan putih, klem pipa, tali, plat bulat, pemberat dan mesin las. Berikut adalah cara membuat Secchi Disk, di antaranya:

1. Pasang pemberat pada bagian bawah plat Secchi Disk

2. Warnai plat bulat dengan cat warna hitam dan putih, seperti gambar berikut:

alat untuk mengukur kecerahan air tambak secchi disk
Sumber: ISW Group

3. Pasang klem pipa dan tali tepat di tengah plat yang telah diwarnai

4. Tali Secchi Disk diberi penanda ukuran tiap 10 cm

5. Secchi Disk dapat digunakan untuk mengukur kecerahan air

Cara Mengukur Kecerahan Air Tambak Udang

secchi disk untuk mengukur kecerahan air tambak
Sumber: The Technopreneur

Setelah mengetahui cara membuat Secchi Disk, Bapak/Ibu perlu mengetahui cara menggunakan Secchi Disk untuk mengukur kecerahan air tambak udang, di antaranya:

  1. Lempengan Secchi Disk diikat dengan tali.
  2. Masukkan Secchi Disk ke dalam tambak udang.
  3. Ketika pola yang terdapat pada Secchi Disk sudah tidak terlihat dalam air di kedalaman tertentu, Bapak/Ibu dapat mencatat berapa sentimeter kedalamannya pada tali yang telah diberi penanda ketinggian air.
  4. Setelah itu, Bapak/Ibu dapat menarik tali Secchi Disk dengan perlahan, kemudian mencatat berapa kedalaman Secchi Disk mulai terlihat kembali, Bapak/Ibu dapat melihat angkanya pada tali yang telah diberi penanda ketinggian air.
  5. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Bapak/Ibu dapat mengulang langkah tersebut sampai tiga kali.
  6. Setelah data kecerahan diperoleh dari pengukuran Secchi Disk, Bapak/Ibu dapat menghitungnya dengan rumus:
rumus cara mengukur kecerahan air tambak dengan secchi disk
Sumber: eFishery

Setelah Bapak/Ibu mengetahui langkah-langkah mengukur kecerahan dengan Secchi Disk, Bapak/Ibu perlu mengetahui waktu terbaik pengukuran kecerahan, yaitu sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari.

Kecerahan Ideal Air Tambak Udang

Kecerahan air tambak (transparency) yang baik untuk pemeliharaan udang udang adalah 25-40 cm, bergantung pada kedalaman tambak itu sendiri. Nilai kecerahan sangat dipengaruhi oleh waktu pengukuran, padatan tersuspensi, keadaan cuaca, kekeruhan, dan ketelitian Bapak/Ibu Petambak saat melakukan pengukuran.

Kecerahan air pada tambak juga menunjukkan sejauh apa sinar matahari dapat menembus ke dalam tambak. Sinar matahari digunakan fitoplankton untuk berfotosintesis, namun sinar matahari berlebih secara langsung tidak disukai udang karena dapat mengakibatkan udang stres.

Adapun beberapa kendala pada parameter kecerahan air tambak, seperti kecerahan pekat (keruh) dan kecerahan bening. Kecerahan pekat atau keruh disebabkan oleh padatan tersuspensi pada air tambak. Sedangkan, kendala kecerahan bening disebabkan oleh kematian plankton pada tambak.

Tingkat kecerahan air yang dibutuhkan udang relatif berubah sesuai dengan pertambahan umurnya, yaitu:

  1. Larva Udang, tingkat kecerahan air yang dibutuhkan larva udang relatif tinggi sampai dengan tembus dasar tambak.
  2. Udang Dewasa, tingkat kecerahan yang diperlukan sekitar 25-40 cm atau menyesuaikan kondisi udang.

Pengaruh Kecerahan dan Kekeruhan Air Tambak Udang terhadap Kelancaran Budidaya

Pada awal budidaya udang, biasanya kecerahan air tambak cenderung tinggi, karena populasi plankton masih rendah dan air tambak masih bersih. Sedangkan, makin lama usia budidaya maka kecerahan makin rendah.

Kecerahan air pada tambak udang sangat bergantung pada kelimpahan fitoplankton, zooplankton, dan bahan partikel terlarut. Kecerahan air yang rendah disebabkan oleh adanya bahan organik dan anorganik yang tersuspensi dan terlarut pada tambak, seperti lumpur.

Sudah disebutkan di atas, bahwa kecerahan air tambak yang baik untuk pemeliharaan udang adalah 25-40 cm. Apabila kecerahan air tambak kurang dari 20 cm, penetrasi sinar matahari menjadi kurang, sehingga suhu air menjadi rendah dan aktivitas fotosintesis alga kurang maksimal. 

Selain itu, kecerahan tambak yang rendah dapat mempengaruhi penurunan kadar oksigen pada tambak, sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup udang. Kecerahan yang rendah dapat mengganggu pernafasan udang karena insang tertutup partikel-partikel lumpur.

Kecerahan yang ideal menunjukkan kondisi air tambak yang baik, karena penurunan kualitas air disebabkan oleh tingginya kadar bahan organik dan anorganik terlarut. Di samping itu, populasi plankton (phytoplankton) yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tingginya pH air tambak pada siang hari dan penurunan DO pada malam hari.

Untuk mempertahankan kecerahan ideal, Bapak/Ibu dapat melakukan pengapuran, penggantian air baru secara rutin pada sore atau malam hari, aplikasi mineral pada malam hari, dan mengurangi penggunaan pupuk. Bapak/Ibu juga perlu melengkapi bahan-bahan yang membuat kondisi air tambak stabil (stabilizer).

petambak memeriksa kualitas air tambak udang
Sumber: eFishery

Kecerahan di atas 40 cm cenderung menunjukkan bahwa air cenderung jernih dengan kandungan partikel terlarut rendah dan plankton masih sedikit. Namun, kecerahan air yang tinggi dapat menyebabkan sinar matahari terlalu kuat masuk ke air tambak, hal ini sangat tidak disukai udang karena dapat menyebabkan udang stres hingga kematian.

Apabila kecerahan di atas 40 cm, maka Bapak/Ibu perlu melakukan pemupukan ulang dan melakukan treatment air, seperti pemberian fermentasi dedak untuk menyehatkan udang serta menumbuhkan kembali plankton di tambak agar sumber nutrisi terpenuhi sesuai dengan standar.

Setiap Petambak pasti menginginkan udang yang dibudidayakan tumbuh dengan baik dan memiliki kelangsungan hidup yang maksimal. Untuk mencapai hal tersebut, Bapak/Ibu perlu melakukan manajemen pakan dan monitoring kualitas air, termasuk melakukan pengukuran kecerahan air dengan Secchi Disk.

Butuh Bantuan Terkait Bisnis Budidaya Udang?

Isi data diri Bapak/Ibu di formulir berikut ini. Tim kami akan segera menghubungi Bapak/Ibu melalui nomor handphone yang terlampir. Pastikan data yang diisi sudah benar.

Atur Kecerahan Air dengan Manajemen Pakan yang Tepat dengan eFeeder 5!

Tidak optimalnya kecerahan air pada tambak udang diakibatkan oleh manajemen pakan yang kurang maksimal. Salah satu penyebab menurunnya kecerahan air pada tambak udang berasal dari pakan yang tidak termakan kemudian hancur, sehingga dapat mempengaruhi warna dan kecerahan air. Untuk itu, Bapak/Ibu perlu melakukan strategi pakan agar kualitas air membaik.

Caranya, Bapak/Ibu perlu melakukan manajemen pakan yang baik dengan menggunakan eFeeder 5 untuk udang. Dengan teknologi terkini, eFeeder 5 akan membantu Bapak/Ibu untuk memaksimalkan budidaya udang. eFeeder 5 akan membuat penebaran pakan serta pencatatan data menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain itu, penggunaan eFeeder 5 dapat membuat pemberian pakan menjadi teratur, karena pakan yang dikeluarkan dilakukan secara sedikit demi sedikit dan akan langsung termakan oleh udang, sehingga tidak ada sisa pakan yang tersisa dan hancur kemudian menyebabkan perubahan warna air dan kekeruhan.

Adapun manfaat lain dari eFeeder 5, seperti mempercepat pertumbuhan udang, meningkatkan hasil produksi, mengoptimalkan FCR, membuat hasil panen merata, dan memperbaiki kualitas air.

Itulah berbagai manfaat menggunakan eFeeder 5. Tertarik untuk mencobanya? Mari isi formulir di bawah ini! Jika beruntung, Bapak/Ibu bisa mendapatkan kesempatan untuk mencoba melakukan penyewaan eFeeder 5 secara GRATIS!

Muhammad Mustofa - Praktisi Budidaya Udang
Muhammad Mustofa - Praktisi Budidaya Udang

Berpengalaman sebagai Asisten Dosen Universitas Pekalongan dan kini menjadi Online Technical Capability Development di eFishery

Pertanyaan Seputar Mengukur Kecerahan Air Tambak

Alat yang digunakan untuk mengukur kecerahan air adalah Secchi Disk.

Cara mengukur kecerahan air adalah dengan lempengan Secchi Disk yang diikat dengan tali, kemudian masukkan ke dalam tambak udang. Saat pola Secchi Disk tidak terlihat lagi dalam di kedalaman tertentu, Bapak/Ibu dapat mencatat berapa kedalamannya. Setelah itu, Bapak/Ibu dapat menarik tali dengan perlahan, kemudian mencatat berapa kedalaman Secchi Disk mulai terlihat kembali. Ulangi langkah tersebut untuk sampai tiga kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Halim AM, Krisnawati M, Fauziah A. 2021. Dinamika Kualitas Air pada Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) secara Intensif di PT. Andulang Shrimp Farm Desa Andulang Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Jurnal Chanos Chanos. 19(2): 143-153.
  • Rafiqie M. 2021. Analisis Kualitas Air Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak Rakyat Konstruksi Dinding Semen dan Dasar Tambak Semen di Pantai Konang, Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Jurnal Ilmu Perikanan. 12 (1): 80-85.
  • Suhendar DT, Sachoemar SI, dan Zaidy AB. 2020. Hubungan Kekeruhan terhadap Materi Partikulat Tersuspensi (MPT) dan Kekeruhan terhadap Klorofil dalam Tambak Udang. Journal of Fisheries and Marine Research. 4(3): 332-338.
  • Supriatna, Mahmudi M, Musa M, dan Kusriani. 2020. Hubungan pH dengan Parameter Kualitas air pada Tambak Intensif Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Journal of Fisheries and Marine Research. 4(3): 368-374.